Infotaiment mengobrak abrik privasi entertaint, reality show memporak-porandakan kehidupan masyarakat. Ya seperti itulah gambaran yang saya lihat ketika tak sengaja di akhir pekan menikamti tayangan TV indonesia.
Bagaimana tidak, hal-hal yang seharusnya menjadi privasi seseorang terus saja dirongrong dan “wajib” diketahui hanya karena statusnya yang telah berubah menjadi seorang entertaint. Biarpun terkadang itu hanya sekedar gosip murahan ataupun hal yang memang nyata. Kehidupan privasi bahkan tak ragu diumbar hanya untuk mendongkrak popularitas semu. Semuanya hanyalah pembenaran karena mereka adalah public figur yang setiap jengkal kehidupan cinta, keluarga, dan pekerjaan wajib diketahui khalayak umum. Yang mana para entertaint pun tak sanggup menutup rapat kehidupan mereka, karena entertaint dan infotainment adalah bagaikan hubungan simbiosis mutualisme. Walaupun terkadang pemberitaan yang salah kerap memojokkan posisi mereka.
Tak kalah nistanya adalah tayangan reality show yang kini hampir membanjiri tayangan TV saat ini. Dimana kemiskinan selalu dikemas manjadi kisah yang senantiasa mengharu biru. Si miskin yang menjadi pihak yang wajib untuk mendapat belas kasihan dari dermawan kaya. Ataupun kisah cinta menjadi corong yang kerap ditampilkan.
Dan inilah yang benar-benar menghiasi layar kaca keluarga indonesia. Sungguh saya merindukan tayangan TV ketika saya kecil. Kisah si unyil, perlombaan kolempencapir, ataupun cerdas cermat yang senantiasa saya nantikan.
infotaiment-reality show
Posted in Celoteh
ijinkan….
llahi rabbi….
Ijinkan aku merengkuh rapuhnya
Menggantikan gundahnya
Ya Rahman….
Ijinkan aku menyeka peluhnya
Menggantikan lirihnya
Ya Rahim…
Ijinkan aku melihatnya tertawa
Menggantikan resahnya
Ya Ghafur…..
Ijinkan aku menggantikan bebannya
Menanggung beratnya
Rabb izzati………
Cinta ini untuk-MU
Namun juga untuknya
Ijinkan aku meretas senyumnya
Meski cinta ini begitu senja………..
Posted in deretan lirih
“Greywater” dan “Blackwater”.
Banyak rumah tangga yang membuang sisa limbahnya ke sungai. Akibatnya, sungai banyak mengandung fosfat yang dapat membuat fitoplankton dan mikroorganisme tumbuh subur di air. Banyaknya kedua makhluk tersebut membuat kandungan oksigen di dalam air sungai berkurang. Pada akhirnya, makhluk hidup air seperti ikan tidak akan bisa bertahan hidup.
“Greywater” dan “Blackwater”. Selain sisa detergen, rumah tangga juga mengasilkan limbah dari dap
ur dan limbah bekas mandi. Ketiga limbah ini dikenal dengan nama greywater atau limbah nonkakus. Rumah tangga juga menghasilkan limbah kotoran manusia, yang dikenal dengan blackwater. Beberapa ahli sanitasi menambahkan satu kategori lagi untuk limbah tetesan AC dan kulkas sebagai clearwater. Dalam kehidupan sehari-hari, clearwater umumnya tidak berjumlah banyak, terutama dari kulkas, sehingga sulit diolah untuk dimanfaatkan kembali. Tetesan AC jumlahnya sedikit lebih banyak dan bila ditampung dalam wadah dapat langsung digunakan untuk keperluan bersih-bersih, misalnya cuci piring atau pakaian.
Umumnya, orang membuang limbah greywater langsung ke selokan yang ada di depan rumah, tanpa diolah terlebih dahulu. Akibatnya, sungai—yang menjadi tempat bermuaranya selokan—tercemar; warnanya menjadi coklat dan mengeluarkan bau busuk. Selain bisa menyebabkan ikan-ikan mati, zat-zat polutan yang terkandung di dalam limbah juga bisa menjadi sumber penyakit, seperti kolera, disentri, dan berbagai penyakit lain. Coba tengok pengalaman di kota London tahun 1848 dan 1853. Kala itu terjadi wabah kolera yang menewaskan 10.000 penduduk di sekitar Sungai Themes. Usut punya usut, ternyata wabah itu disebabkan Sungai Themes tercemar limbah rumah tangga.
Mesti diolah Berbeda dengan blackwater, greywater tidak dapat dibuang ke septic tank karena kandungan detergen dapat membunuh bakteri pengurai yang dibutuhkan septic tank. Karena itu, diperlukan pengolahan khusus yang dapat menetralisasi kandungan detergen dan juga menangkap lemak. Cara yang paling sederhana mengatasi pencemaran greywater adalah dengan menanami selokan dengan tanaman air yang bisa menyerap zat pencemar. Tanaman yang bisa digunakan, antara lain jaringao, Pontederia cordata (bunga ungu), lidi air, futoy ruas, Thypa angustifolia (bunga coklat), melati air, dan lili air. Cara ini sangat mudah, tapi hanya bisa menyerap sedikit zat pencemar dan tak bisa menyaring lemak dan sampah hasil dapur yang ikut terbuang ke selokan. Cara yang lebih efektif adalah membuat instalasi pengolahan yang sering disebut dengan sistem pengolahan air limbah (SPAL). Caranya gampang; bahan yang dibutuhkan adalah bahan yang murah meriah sehingga rasanya tak sulit diterapkan di rumah Anda. Instalasi SPAL terdiri dari dua bagian, yaitu bak pengumpul dan tangki resapan. Di dalam bak pengumpul terdapat ruang untuk menangkap sampah yang dilengkapi dengan kasa 1 cm persegi, ruang untuk penangkap lemak, dan ruang untuk menangkap pasir. Tangki resapan dibuat lebih rendah dari bak pengumpul agar air dapat mengalir lancar. Di dalam tangki resapan ini terdapat arang dan batu koral yang berfungsi untuk menyaring zat-zat pencemar yang ada dalam greywater.
Cara kerja .Air bekas cucian atau bekas mandi dialirkan ke ruang penangkap sampah yang telah dilengkapi dengan saringan di bagian dasarnya. Sampah akan tersaring dan air akan mengalir masuk ke ruang di bawahnya. Jika air mengandung pasir, pasir akan mengendap di dasar ruang ini, sedangkan lapisan minyak—karena berat jenisnya lebih ringan—akan mengambang di ruang penangkap lemak. Air yang telah bebas dari pasir, sampah, dan lemak akan mengalir ke pipa yang berada di tengah-tengah tangki resapan. Bagian bawah pipa tersebut diberi lubang sehingga air akan keluar dari bagian bawah. Sebelum air menuju ke saluran pembuangan, air akan melewati penyaring berupa batu koral dan batok kelapa. Greywater yang telah diolah akan digunakan lagi untuk menyiram tanaman, mengguyur kloset, dan untuk mencuci mobil. Di Singapura dan negara-negara maju, greywater bahkan diolah lagi menjadi air minum.
Posted in don't worry be healthy
antara tempe, rendang,lalapan ‘n……
Bundo Rifki :” Aslmk rifki sayang, gimana kabarnya?”
Rifki :” hehhehehhe alhamd baek amak, amak gimana baek juga kan. gimana bapak ma ade.”
Bundo Rifki :” alhamd juga ki…. semua keluarga disini sehat. Gimana Kuliahnya nak lancar kan.”
Rifki :” iya amak…tapi tugasnya banyak banget niy mana laporan blom dikerjain
begadang dech jadinya tiap malam.”
Bundo Rifki :” yang sabar ya nak……semuanya pasti berakhir manis ko. Jangan lupa minum susu trus
makannya yang teratur ya.”
mengalirlah crita antara rifki (temen g) ma nyokapnya yang terpisahkan karena si rifki ni musti mengais ilmu didepok dan meninggalkan kampung halamnnya yang nun jaoh dimato. sampai suatu saat nyokapnya rifki bilang “rifki kamu masih suka rendang kan…..” “oiya amak, rifki masih tetep suka rendang sampe kapanpun tapi sekarang rifki juga mulai suka makan tempe, lalapan, soto, sate, trus banyak lagi amak.”jawab rifki

“Ga boleh rifki sayang….kamu harus tetep suka makan rendang ga boleh suka tempe, lalapan palagi yang laen, amak ga suka sayang.” tukas nyokapnya.” “loh kenapa amak” Rifki bingung. Akhirnya bundo rifki pun menerangkanlah dengan jelas apa yang dimaksudnya ‘n kini rifki yang tinggal manyun mendengar nasehat nyokapnya.
setelah selesai rifki crita g tetep ga ngeh kenapa nyokapnya ngelarang dy banget bwt suka makanan selain rendang. Rifki malah ketawa “yaelah nik….itu cuman kiasan doank kalee…maksud nyokap g rendang tuch cewek padang, tempe cewek jawa, lalapan cewek sunda.” katanya sambil cengengsan.
sumpah g ketawa ngakak abis dengerin dy jelasin……ternyata hari gini masih ada ya jaman siti nurbaya. Yach tapi mo gimana lagi kan kalo kita menikah itu bukan hanya nikah 2 orang tapi ya melibatkan 2 keluarga, 2 budaya, 2 kebiasan. g maklumlah ma nyokapnya rifki, coz sampe sekarang pun g tetep yakin ma “tempe”. sekarang pilhan ada di lo masing2 siy……….pada intinya yang penting semua “makanan” itu halal, sehat, dan bergizi. Yach g cuman berdoa ja semoga rifki cepet menemukan “rendangnya”
Posted in Celoteh, Uncategorized
Rujak cingur
Rujak cingur adalah salah satu makanan tradisional yang mudah ditemukan di daerah Jawa Timur, terutama Surabaya. Rujak cingur biasanya terdiri dari irisan beberapa jenis buah-buahan seperti ketimun, krai (sejenis ketimun khas Jawa Timur),bengkoang, mangga muda, nanas, kedondong dan ditambah lontong, tahu, tempe, bendoyo dan cingur serta sayuran-sayuran seperti kecambah/tauge, kangkung dan kacang panjang. Semua bahan tadi dicampur dengan saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, cabai, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng dan garam.
Makanan ini disebut rujak cingur karena bumbu olahan yang digunakan adalah petis udang dan irisan cingur. Hal ini yang membedakan dengan makanan rujak pada umumnya yang biasanya tanpa menggunakan bahan cingur tersebut. Rujak cingur biasa disajikan dengan tambahan kerupuk, dan dengan alas pincuk (daun pisang) atau piring.
Dibawah in saya tuliskan cara membuat salah satu makanan favorit saya ini :
Bahan:
* 50 gram kangkung, dicuci bersih
* 50 gram taoge
* 75 gram kecipie (belah daun memanjang)
* 100 gram bangkuang
* 75 gram mentimun
* 50 gram mangga muda
* 75 gram tempe goreng
* 100 gram tahu goreng
* 250 gram cingur (tulang rawan hidung sapi)/kulit/kikil sapi, direbus
* Sambal petis
Cara membuat:
* Rebus kangkung, taoge, dan kecipir sampai matang, angkat.
* Potong mentimun, bangkuang, mangga muda, tempe goreng, tahu goreng dan cingur yang sudah direbus matang, sisihkan.
* Campur semua bahan di piring cekung lalu disiram dengan sambal petis. Aduk sampai rata. Siap dihidangkan.
gampang kan……….murah dan dijamin pasti ajiep…………..
Posted in ajiep...!!!!!
Uero 2008 (saatnya mengatur jadwal tidur)
sudah beberapa hari ini ada peristiwa olaharaga sepakbola sebulan terbesar kedua setelah Piala Dunia, apalagi kalo bukan uero 2008 yang diselenggarakan di Swiss dan Austria. Karena beda jam yang cukup jauh antara eropa dan indonesia menyebabkan para bola mania harus rela begadang untuk dapat menikmati siaran langsung “piala dunia mini” ini. Para penggemar bola mesti mengatur jadwal tidur agar tidak ketinggalan tayangan langsung dan tidak terkantuk saat kerja di pagi harinya. Cara mensiasatinya antara laen tidur lebih awal, pasang weker biar bisa bangun malem. nah kan bisa sekalian shalat malam tuch…..atau bisa juga mencuri waktu tidur pas lagi istirahat siang. Or kalo dikantor kamu ada tv nonton aja siaran ulangnya pas pagi hari paling tar dimarahin boz hehehhehhehehhe……..so pinter-pinter aja bagi waktunya biar nonton jalan kerjaan juga beres.
yah khususnya bolamania , nih dicatat ye… ![]()
Grup A
7 Juni di Basel Swiss v Republik Ceska
7 Juni di Jenewa Portugal v Turki
11 Juni di Basel Swiss v Turki
11 Juni di Geneva Republik Ceska v Portugal
15 Juni di Basel Swiss v Portugal
15 Juni di Geneva Turki v Republik Ceska Grup B
8 Juni di Wina Austria v Kroasia
8 Juni di Klagenfurt Jerman v Polandia
12 Juni di Klagenfurt Kroasia v Jerman
12 Juni di Wina Austria v Polandia
16 Juni di Klagenfurt Polandia v Kroasia
16 Juni di Wina Austria v Jerman
Grup C
9 Juni di Zurich Rumania v Prancis
9 Juni di Berne Belanda v Italia
13 Juni di Zurich Italia v Rumania
13 Juni di Berne Belanda v Prancis
13 Juni di Zurich Prancis v Italia
17 Juni di Berne Belanda v Rumania
Grup D
10 Juni di Innsbruck Spanyol v Rusia
10 Juni di Salzburg Yunani v Swedia
14 Juni di Innsbruck Swedia v Spanyol
14 Juni di Salzburg Yunani v Rusia
18 Juni di Salzburg Yunani v Spanyol
18 Juni di Innsbruck Rusia v Swedia
Perempatfinal
1. 19 Juni di Basel Pemenang Grup A v Runner-up Grup B
2. 20 Juni di Wina Pemenang Grup B v Runner-up Grup A
3. 21 Juni di Basel Pemenang Grup C v Runner-up Grup D
4. 22 Juni di Wina Pemenang Grup D v Runner-up Grup C
Semifinal
1. 25 Juni di Basel Pemenang QF 1 v Pemenang QF 2
2. 26 Juni di Wienna Pemenang QF 3 v Pemenang QF 4
Final
29 Juni di Wina Pemenang SF 1 v Pemenang SF 2. ]
Kira-kira sapa ya juara kali ini……Portugal, atow Belanda enjoy it……….
Posted in don't worry be healthy
Kala Hati Tak Bisa Berdusta
Disadur Dari era Muslim
Beberapa hari lalu masuk ke ponsel suami saya sebuah SMS. Rupanya orang yang mengirim SMS tersebut menurut suami sedang dalam kondisi bingung menentukan sikap saat ditawari sebuah pekerjaan. Dia meminta pendapat suami tentang boleh tidaknya menerima tawaran kerja tersebut. Saya sedikit mengernyitkan dahi, merasa penasaran apa yang menyebabkan orang tersebut kebingungan. Tak lama kemudian suami menuturkan lebih lanjut tentang masalah yang dihadapinya, ternyata satu hal yang menyebabkan dia gamang adalah karena pihak yang menawarkan lowongan pekerjaan tersebut meminta uang sebesar 20 juta sebagai jaminan agar bisa diterima bekerja sebagai PNS.
Sebenarnya cerita tentang hal ini sering mampir di telinga saya. Menyuap dan disuap, menyogok dan disogok bukanlah sesuatu yang asing melandanegeri kita. Banyak orang berlomba-lomba ingin mendapatkan suatu kedudukan tak peduli caranya benar atau salah dalam pandangan agama. Saya hanya bisa mengurut dada prihatin. Sampai kapankah keadaan ini mengotori wajah cantik negeriku?
Saat melamunkan semua itu, saya teringat seorang teman saat saya masih kerja di sebuah instansi pemerintah. Ia bekerja di instansi yang lokasinya berdekatan dengan tempat saya. Ia seorang bapak muda dan telah memiliki dua anak. Kami pertama kali bertemu saat kajian jumat sore, sebuah kegiatan rutin yang diselenggarakan atas kerjasama tiga instansi yang ada di wilayah tersebut. Sejak itu saya, suami, dia dan teman-teman lainnya sering berdiskusi membicarakan kegiatan keIslaman di lingkup kerja masing-masing.
Saya mengenalnya sebagai sosok yang semangat mempelajari Islam. Ia selalu berusaha menerapkan norma- norma Islam dalam kehidupannya termasuk di tempat ia kerja. Ia pun menjadi lebih berhati-hati dengan uang yang diterimanya di luar gaji bulanan. Tak ayal hal ini menyebabkan beberapa temannya menjauh karena merasa ia menjadi sosok yang “aneh” di mata mereka.
Suatu hari ia menemui saya dan menyampaikan keinginannya untuk berhenti bekerja. Bukan karena masalah diasingkan teman-temannya. Tetapi ia merasa hatinya tak bisa tentram dan selalu ingin berontak terhadap sistem yang ada di tempatnya bekerja. Akan tetapi ia merasa tak berdaya dan tak bisa berbuat apapun untuk memberi andil dalam perbaikan sistem tersebut, terutama dalam hal kebijakan mengenai keuangan. Mendengar cerita yang ia sampaikan pada kesempatan itu, saya hanya bisa menghela nafas.
“Jadi menurut Bapak, berhenti bekerja merupakan jalan terbaik? Apa Bapak enggak sayang setelah sekian lama bekerja lalu mau berhenti begitu saja disaat orang lain malah berlomba-lomba ingin menjadi PNS? Apa Bapak sudah memikirkan masak-masak?” tanya saya bertubi-tubi memastikan kesungguhan niatnya.
“Iya Mbak, apalah artinya jabatan yang saya sandang selama ini, belum bisa menjadi penentu bahkan mengusulkan perbaikan pun tak akan digubris.” jawabnya.
“Hati saya tak bisa didustai Mbak, untuk itu saya akan mencoba menjemput rejeki Allah dari pintu yang lain. Saya yakin masih banyak pintu rejeki terbuka untuk saya karena keinginan berhenti dari tempat ini tak lain hanya karena rasa takut saya pada Allah.” Ia menjelaskan tekadnya dengan suara sedikit bergetar dan parau.
Selang beberapa minggu, saya kembali bertemu dengannya. Nampak wajahnya berseri-seri memancarkan keoptimisan.
“Assalamu’alaikum, senang bisa bertemu lagi dengan Mbak. Saya mau memberitahu sesuatu. Alhamdulillah saya sudah berhenti kerja dan kini sedang merintis usaha jualan buku-buku Islam.” Ujarnya riang, wajahnya menyiratkan kebahagiaan, berbeda sekali dengan beberapa waktu lalu.
Ternyata teman saya itu sungguh-sungguh menjalankan tekadnya. Saya termangu setelah menjawab salamnya.
“Penghasilannya sih enggak seberapa, tapi hati saya tenang”, ujarnya dengan senyum terkembang.
“Alhamdulillah, anak-anak terutama isteri dapat menerima keputusan saya. Saat ini saya hanya berharap keberkahan dari rejeki yang kini jadi mata pencaharian saya, doakan ya Mbak?” pintanya penuh harap.
“Insya Allah!” jawab saya singkat.
Usai berpamitan dan mengucap salam, ia bergegas pergi. Entah bagaimana pikiran dan perasaan saya saat itu setelah mendengar keputusannya berhenti. Namun ada sesuatu hal yang membuat saya salut pada sikap yang dia pilih. Di saat hatinya merasakan sinyal-sinyal tak wajar yang membuat ia tak tentram menikmati hidup karena rasa takutnya pada Allah, dengan ringan hati ia lebih memilih untuk menjemput rejeki dengan jalan lain. Suatu sikap yang sangat jarang menjadi pilihan hidup orang di zaman ini.
Ah andai aku bisa seyakin Beliau
Posted in All Around Player




Recent Comments